Rabu, 14 April 2010
Sabtu, 10 April 2010
KATA PENGANTAR
Program Wajib Belajar Semblian Tahun sudah lama digulirkan oleh pemerintah dan sampai saat ini berbagai upaya dilakukan baik oleh pemerintah Pusat maupun pemerintah Daerah, tujuanya agar semua warga negara Indonesia berpendidikan setingkat Sekolah Lanjutan Pertama. Dan salah satunya adalah SD-SMP Satu Atap yang ada di Desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya.
Peningkatan mutu pemdidikan di Desa Medankarya terus di upayakan, berbagai langkah ditempuh baik melalui jalur Fomral maupun Non Formal.
Dalam penuntasan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun diharapkan dapat tercapai pada tahun 2008 / 2009 dengan indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) minimal mencapai 95% (APK secara Nasional).
Saat ini anak usia SMP (13 s/d 15 Tahun) telah mencapai sekitar 85,22%. Namun setelah mempelajari angka itu, usaha untuk mengangkat APK makin sulit, karena kondisi yang sulit sekaligus menjadi kendala.
Kendala pertama adalah bahwa anak tamatan SD/MI yang saat ini belum tertampung pada umumnya bertempat tinggal didaerah terpencil dan terpencar. Kedua, SD/MI yang ada, lokasinya jauh dari SMP yang ada. Ketiga adalah jumlah siswa pertingkat kelas relatif sedikit, sehingga tidak efisien. Sehingga bila diterapkan pola yang sudah ada pada
Umumnya tidak cocok. Apabila dibangun USB : siswanya sedikit sehingga tidak efisien, apabila didirikan SMP Terbuka akan sulit mendapatkan Guru Bina atau Induknya. Apabila didirikan Kejar Paket B, sulit mendapatkan Tenaga Pamong Belajar, untuk mengatasi hal itu di kembangkan SD-SMP Satu Atap dilokasi SD sehingga mendekatkan SMP dengan Domisili Siswa.
Sehubungan dengan hal tersebut perlu diadakan upaya-upaya pembenahan baik dari segi Fisik maupun Managerialnya, berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaannya Pengembangan SD-SMP Satu Atap di Desa Medankarya, banyak hal yang perlu dipahami dan di sepakati baik oleh sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Propinsi.
Senin, 29 Maret 2010
SMPN SATU ATAP 1 TIRTAJAYA - KARAWANG

